Wudhu merupakan salah satu bentuk bersuci. Syariat Islam
menjadikan wudhu sebagai persyaratan beberapa ibadah. Agar wudhu kita
bukan sekadar ritual gerak dan pembersihan tanpa makna, maka ada baiknya
jika sebelum berwudhu, kita melakukan beberapa amalan dan doa
sebagaimana telah disarikan oleh Imam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin
Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyidil Abrâr, (Surabaya: Kharisma, 1998).
Urutan amalan tersebut adalah:
1. Membaca Basmallah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ
Bismillâhir-rahmânir-rahîm
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
2. Berdoa sebelum wudhu:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Asyhadu al lâ ilâha illa-Llâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasûluhu.
Artinya:
“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan
aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
3. Saat menyentuh air wudhu, berdoa:
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَاءَ طَهُورًا
Alhamdulillâhilladzî ja‘alal-mâ`a thahûran
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air yang suci dan menyucikan.”
Doa
ini dimaksudkan sebagai rasa syukur kita kepada Allah yang telah
menjadikan air sebagai alat bersuci kita sekaligus sebagai sumber
kehidupan.
4. Menggosok gigi atau bersiwak.
Tata
cara menggosok gigi sesuai ajaran Rasulullah ialah dilakukan dengan
tangan kanan, dengan posisi jari kelingking berada di pangkal siwak,
jari telunjuk, jari tengah dan jari manis berada di atas, serta jari
jempol di bawah. Kemudian menggerakkan siwak ke bagian gigi sebelah
kanan, diteruskan dengan sebelah kiri, dan diteruskan dengan mengusap
tenggorokan.
Sesudah itu berdoa:
اللَّهُمَّ
بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَاتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ
لِهَائِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma bayyidl bihi asnâni wa syudda bihi litsâti wa tsabbit lihaa`i wa bâriklî fîhi yâ arhamar-râhimîn
Artinya:
“Ya Allah, dengan menggosok gigi ini, putihkanlah gigiku, kuatkanlah
gusiku, tetapkanlah lidahku, dan berkahi aku didalamnya wahai Dzat
Paling Pengasih diantara Terkasih.”
(Muhammad Ibnu Sahroji)
Sumber : nu.or.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar